Wonogiri - Wayang telah diakui sebagai salah satu warisan budaya Indonesia oleh UNESCO.
Untuk mempertahankan budaya wayang, mayoritas warga sebuah desa di
Kabupaten Wonogiri hingga kini lebih memilih berprofesi sebagai perajin
wayang. Desa ini pun terkenal dengan sebutan Desa Wayang.
Seperti ditayangkan
Liputan 6 Pagi SCTV, Senin (19/10/2015),
Desa Kepuhsari, salah satu desa di Kecamatan Manyaran, Kabupaten
Wonogiri, merupakan sentra pembuatan wayang kulit.
Warga desa yang terletak di kawasan Perbukitan Karst dan banyak
ditanami pohon jati, menggantungkan hidupnya menjadi perajin wayang
kulit.
Nyaris di tiap rumah, terlihat warga yang tengah menatah
wayang kulit. Bagi mereka, seni membuat wayang kulit merupakan keahlian turun-temurun.
Dari hasil menatah satu tokoh wayang, seorang penatah bisa mendapatkan upah 300 hingga Rp 400 ribu.
Meski sempat terkena dampak kenaikan harga bahan baku, seperti kulit
kerbau atau pun pewarna, pesanan wayang masih tetap berjalan lancar.
Bagi warga Desa Kepuhsari, membuat wayang bukan hanya sekedar
penopang kebutuhan hidup sehari-hari. Namun juga bermakna melestarikan
salah satu warisan budaya Indonesia, sehingga keahlian menatah dan
menyungging
wayang tetap terjaga oleh generasi muda. (Nda/Ado)
Sumber :
http://m.liputan6.com/tv/read/2343431/mengenal-desa-wayang-pelestari-budaya-bangsa